Sunday, September 27, 2009

futuristik~~~

video


Kadangku merasa bimbang
Berada didunia yang lapang ini
Sampai kapan aku berjuang
Dijalan dakwah panjang

Takutku akan semua
Semua yang takkan berlanjut lagi
Hanya karna memikirkan
Nafsu dunia yang fana

Rasa futurku menghalangiku
Menempuh semua perjalanan imanku
Akupun ingat semua teman-temanku
Yang masih coba membimbingku

Monday, September 14, 2009

ramadhan terus meninggalkan kita

salam sahabat-sahabatku di luar sana..

pejam celik- pejam celik...sekarang kita sudah pun masuk hari ke-25 Ramadhan...
bila muhasabah balik diri ini..adakah aku sudah mengambil kesempatan semaksimum yang mungkin di bulan yang mulia ini..sungguh sedih bila tengok balik mutabaah amal..

diri ini terlalu sibuk dengan segala aktiviti keduniaan yang tak pasti pahalanya..kadang2 niat pun tersasar satu demi satu..waktu di awal ramadhan macam2 berazam nak capai untuk ramadhan kali ini..nak habiskan tadarus 30juzuk..setiap hari tadarus 1juzuk..xnak tinggal solat sunat rawatib sebelum dan selepas solat fardu..qiam taknak tinggal..solat tarawih setiap malam..dhuha pun xnak tinggal..tapi keazaman itu hanya kuat time awal ramadhan sahaja..ditengah2nya satu demi satu gugur huhuhu lemahnya diri ini...

kini sudah masuk ke fasa akhir ramadhan..tidak!!!!ramadhan dah nak tinggalkan kita..huhuhu banyak yang aku kesali dgn diri ini..tapi Allah masih sayangkan kita kerana Dia akan menghadiahkan malam sseribu bulan buat kita malam lailatul qadar...tetapi malam itu untuk hamba-hambanya yang soleh n solehah sahaja..yang betul2 commite dgn suruhan dan laranganNya...adakah aku layak????

ingat lagi waktu zaman sekolah di asrama..kami sangat bersemangat untuk bangun qiam.padahal time tue aurat pun tak tutup penuh..pelikkan???tapi kekuatan tue Allah berikan pada kami yang sangat innocent ini.ustazah kami selalu pesan, dia kat "kamu kena selalu minta dengan Allah baru Allah makbulkan hajat kamu. buatlah solat sunat hajat dan taubat di dini hari. ketika semua orang tidur hanya kita dengan Allah sahaja waktu itu..suasana dan perasaan kita sangat lain ketika itu..".aku nak juga merasai suasana lain yang ustazah cakap tue..so kami akan berusaha juga bangun.lawak betul ada yang siap tido2 lagi time tunggu turn masuk toilet..pastu kami akan sama2 solat di bilik study..hanya lampu corridor yang menemani kami di kesunyian pagi itu..subhanallah memang sangat2 lain perasaan masa itu..air mata sangat murah untuk turun. tanpa segan silu pada kawan2 disebelah kami terus menerus berdoa kepada Allah...ya Allah aku sangat2 rindu waktu dan tika itu...

sahabat-sahabat ku bagaimanakah iman anda sekarang???harapnya apa yang kita pelajari di asrama dulu tidak dibuang begitu sahaja..

banyak sangat pengalaman pahit manis di asrama dulu..tika kami dibenci oleh warden dan kakak2..hanya Allahlah tempat kami mengadu dan meluahkan segalanya..tiada siapa yang akan membela kami tika kami dituduh macam2 benda yang tak pernah terfikir oleh kami untuk melakukannya...tahu tak kenapa mereka membenci kami???kerana batch kami merupakan batch yang agak cemerlang berbanding senior2 lain huhuhu..bukan salah kami!!!!!!
kami dituduh pegi dating ngan abg2 cafe tgh2 malam di bangunan sekolah, takutkan adik2 dengn menggoncang pagar asrama..yang tak tahan dituduhnya kami buat fatwa sendiri!!ya Allah hebatnya la sangat kami nie nak buat fatwa...

mnausia memang tak pernah nak hargai apa yang dimilikinya...apa sahaja yang kami buat semuanya adalah salah dan keji dimata warden n senior..ada adik2 yang menangis dengan apa yang berlaku pada kami..tapi kami tidak sekali2 menangis dengan ini semua..time tue memang pada Allah sahaja tempat kami mengadu..


"Ya Allah moga ramadhan kali ini aku dapat menggapai lailatul qadarMu..."

Sunday, September 13, 2009

bekal isteri da'e


Copied from dakwatuna.com


Seorang aktivis dakwah membutuhkan istri yang ‘tidak biasa’. Kenapa? Karena mereka tidak hanya memerlukan istri yang pandai merawat tubuh, pandai memasak, pandai mengurus rumah, pandai mengelola keuangan, trampil dalam hal-hal seputar urusan kerumah-tanggaan dan piawai di tempat tidur. Maaf, tanpa bermaksud mengecilkan, berbagai kepandaian dan ketrampilan itu adalah bekalan ‘standar’ yang memang harus dimiliki oleh seorang istri, tanpa memandang apakah suaminya seorang aktivis atau bukan. Atau dengan kalimat lain, seorang perempuan dikatakan siap untuk menikah dan menjadi seorang istri jika dia memiliki berbagai bekalan yang standar itu. Lalu bagaimana jika sudah jadi istri, tapi tidak punya bekalan itu? Ya, jangan hanya diam, belajar dong. Istilah populernya learning by doing.
Kembali kepada pokok bahasan kita. Menjadi istri aktivis berarti bersedia untuk mempelajari dan memiliki bekalan ‘di atas standar’. Seperti apa? Berikut ini adalah bekalan yang diperlukan oleh istri aktivis atau yang ingin menikah dengan aktivis dakwah:


1. Bekalan Yang Bersifat Pemahaman (fikrah).


Hal penting yang harus dipahami oleh istri seorang aktivis dakwah, bahwa suaminya tak sama dengan ‘model’ suami pada umumnya. Seorang aktivis dakwah adalah orang yang mempersembahkan waktunya, gerak amalnya, getar hatinya, dan seluruh hidupnya demi tegaknya dakwah Islam dalam rangka meraih ridha Allah. Mendampingi seorang aktivis adalah mendampingi seorang prajurit Allah. Tak ada yang dicintai seorang aktivis dakwah melebihi cintanya kepada Allah, Rasul, dan berjihad di jalan-Nya. Jadi, siapkan dan ikhlaskan diri kita untuk menjadi cinta ‘kedua’ bagi suami kita, karena cinta pertamanya adalah untuk dakwah dan jihad!



2. Bekalan Yang Bersifat Ruhiyah.


Berusahalah untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Jadikan hanya Dia tempat bergantung semua harapan. Miliki keyakinan bahwa ada Kehendak, Qadha, dan Qadar Allah yang berlaku dan pasti terjadi, sehingga tak perlu takut atau khawatir melepas suami pergi berdakwah ke manapun. Miliki keyakinan bahwa Dialah Sang Pemilik dan Pemberi Rezeki, yang berkuasa melapangkan dan menyempitkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki. Bekalan ini akan sangat membantu kita untuk bersikap ikhlas dan qana’ah ketika harus menjalani hidup bersahaja tanpa limpahan materi. Dan tetap sadar diri, tak menjadi takabur dan lalai ketika Dia melapangkan rezeki-Nya untuk kita.



3. Bekalan Yang bersifat Ma’nawiyah (mentalitas).


Inilah di antara bekalan berupa sikap mental yang diperlukan untuk menjadi istri seorang aktivis: kuat, tegar, gigih, kokoh, sabar, tidak cengeng, tidak manja (kecuali dalam batasan tertentu) dan mandiri. Teman saya mengistilahkan semua sikap mental ini dengan ungkapan yang singkat: tahan banting!



4. Bekalan Yang bersifat Aqliyah (intelektualitas).


Ternyata, seorang aktivis tidak hanya butuh pendengar setia. Ia butuh istri yang ‘nyambung’ untuk diajak ngobrol, tukar pikiran, musyawarah, atau diskusi tentang kesibukan dan minatnya.


Minimal sehat, bugar, dan tidak sakit-sakitan. Jika fisik kita sehat, kita bisa melakukan banyak hal, termasuk mengurusi suami yang sibuk berdakwah. Karena itu, penting bagi kita untuk menjaga kesehatan, membiasakan pola hidup sehat, rajin olah raga dan lain-lain. Selain itu, jangan lupakan masalah merawKarena itu, banyaklah membaca, rajin mendatangi majelis-majelis ilmu supaya tidak ‘tulalit’!


5. Bekalan Yang Bersifat Jasadiyah (fisik).raut wajah dan tubuh.


Ingatlah, salah satu ciri istri shalihat adalah ‘menyenangkan ketika dipandang’.
Akhirnya, ada bekalan yang lain yang tak kalah penting. Itulah sikap mudah memaafkan. Bagaimanapun saleh dan takwanya seorang aktivis, tak akan mengubah dia menjadi malaikat yang tak punya kesalahan. Seorang aktivis dakwah tetaplah manusia biasa yang bisa dan mungkin untuk melakukan kesalahan. Bukankah tak ada yang ma’shum di dunia ini selain Baginda Rasulullah?